Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin : “UAN Akan Tetap Dilaksanakan di Tahun 2014”
Kasi Kurikulum Dikdas Banjarmasin, Muhammad Yusri Zaini, M.Pd menyatakan pelaksanaan ujian nasional SMP sederajat dilaksanakan pada tanggal 5 - 8 Mei 2014. “Untuk tingkat SD belum keluar Pelaksanaan Operasional Standarnya (POS), namun biasanya setelah ujian tingkat SMP, sekitar pertengahan Mei 2014,” ucapnya.
Yusri menambahkan untuk tingkat SD ujian nasional ditiadakan, namun diganti dengan ujian sekolah madrasah. “Pelaksanaannya tetap dikoordinir oleh provinsi daerah masing-masing untuk pembuatan soal, 25 persen dari pusat untuk kontrol dan 75 persen dari daerah, pembuatan soal di daerah akan melibatkan perwakilan guru di seluruh kabupaten kota,” terangnya.
Mengenai wacana beberapa pihak yang menolak ujian nasional, Yusri menanggapi dinas pendidikan hanya melaksanakan kebijakan pemerintah, akan tetapi pada dasarnya ujian nasional bukan satu-satunya yang akan menentukan kelulusan seseorang. “Selama ini yang dipahami masyarakat kan seperti itu, apalagi kurikulum yang baru nanti ada banyak faktor yang akan mempengaruhi, termasuk sikap dan keterampilan siswa, jadi ujian harus tetap ada hanya formulanya saja yang perlu dibenahi, 60% ujian nasional, 40% ujian sekolah,” lanjutnya.
Ketika disinggung mengenai kesiapan pelaksanaan ujian nasional, Yusri menyampaikan pihaknya telah siap dan menyusun kepanitiaan. Awal tahun 2014 ini, Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin telah melakukan pendataan untuk nominasi peserta ujian serta mengirim daftar nominasi sementara. “Nanti kita adakan verifikasi seandainya ada kesalahan, prosesnya sudah jalan, supaya pelaksanaan benar-benar matang, jadi perencanaan sudah kita lakukan sejak awal,”pungkasnya.
Sedangkan Ketua Kabid Dikmen Disdik Banjarmasin, Drs. Ahmad Zurkani, M.Pd mengatakan ujian nasional SMA sederajat dilaksanakan pada tanggal 14-16 april 2014 sesuai dengan POS UN yang diterima. “Susulan Paket C tahap ke-2 pada tanggal 19-20 bulan Agustus, bagi yang tidak ikut atau tidak lulus UN. Namun Ujian Nasional susulan dilaksanakan pada tanggal 22-24 april 2014 untuk SMA/SMK sederajat,”
ungkap Zurkani.
Menanggapi pro dan kontra, ujar Zurkani, pasti selalu ada di masa reformasi saat ini, namun pemerintah selalu berkomitmen untuk melihat standar nilai disuatu negara harus ada ujian nasional sesuai dengan kesepakatan dan peraturan yang telah dibuat. “Hal itu tidak mempengaruhi, akan tetap dilaksanakan,” imbuhnya.
Kemudian untuk mengatasi hal yang menjadi permasalahan Ujian Nasional, Disdik Kota Banjarmasin telah mengikuti Konvensi Ujian Nasional di Makasar dan Jakarta. Permasalahan yang sering ditemui yaitu carut-marut pendelegasian soal, tahun 2014 ini untuk pembuatan, pengetikan dan pendistribusian soal tidak lagi dari pusat melainkan dari daerah.
“Kita mengakui untuk di seluruh Indonesia standarnya belum sama, misalnya wilayah barat , wilayah Jawa dengan timur jauh beda khususnya dalam masalah sarana dan prasarana guru serta bahan ajar. Terkait masalah kualitas pengajar, pemerintah akan mengadakan program pemerataan guru, bahkan untuk kepala sekolah yang berprestasi akan ditempatkan pada sekolah yang masih dibawah standar agar bisa memajukan sekolah tersebut. Mengenai sarana dan prasarana, pemerintah akan mengadakan program sharing dan rehab untuk kerusakan sekolah,” terangnya. (Faisal)