.

.

Berbekal Pengalaman Tampil Diberbagai Event Besar
Berawal dari perkenalan dengan pengusaha batu bara yang melihat Jusan perform di Jakarta, membuat pengusaha yang bernama Ibnu Bastari berinisiatif dan mempunyai inspirasi untuk mendirikan sekolah musik di Banjarmasin. Hal tersebut dikarenakan belum adanya sekolah musik di Banjarmasin, Ibnu Bastari dan Jusan Asnawi bertekad untuk membuka sekolah musik dengan tujuan agar masyarakat di Banjarmasin yang notabene belum begitu mengetahui dan mengerti tentang musik, bisa mempelajari berbagai macam jenis musik. Sejak saat itu berdirilah Alto Music School yang diprakarsai oleh Ibnu Bastari dan Jusan, yang kemudian mengadakan grand opening di Duta Mall pada tanggal 2 Juni 2009.


Namun Tuhan berkehendak lain, ketika sekolah musik yang digeluti bersama-sama itu dalam tahap menuju kesuksesan dan berkembang, pengusaha yang juga teman baik Jusan, Ibnu Bastari meninggal dunia. Jusan yang merasa terpanggil dan bertanggung jawab, akhirnya meneruskan sekolah musik tersebut dengan semangat dan perjuangan baru.
Jusan mendirikan dan mengubah nama sekolah musik yang awalnya bernama Alto Music School tersebut menjadi IB Music School 2 tahun kemudian, perubahan nama tersebut terinspirasi dari inisial nama almarhum Ibnu Bastari (IB). Semakin lama, banyak sekolah / kursus musik yang bermunculan di Kota Banjarmasin, Jusan akhirnya kembali berinisiatif mendirikan sekolah musik di kota lain, yaitu Kota Banjarbaru.
“Di Kota Banjarbaru ini saya mendirikan sekolah musik yang bernama Dewa Music School. Harapan saya kedepannya kalau ada dukungan dari Dinas Pendidikan dan Dinas Kebudayaan serta Dinas Pariwisata Kota Banjarbaru, Dewa Music School akan saya arahkan ke sekolah musik yang berbasiskan pementasan / SMK Jurusan Musik seperti yang ada di Pulau Jawa, kurikulumnya bertaraf internasional, yang bisa melanjutkan ke ISI dan luar negeri,” jelas Jusan.
Suatu lembaga pendidikan seperti perguruan tinggi dari kota hingga Negara, Jusan melanjutkan, bisa dikatakan telah maju dalam 10 tahun terakhir dan mengarah kepada Orchestra. “Jadi apabila suatu sekolah, kota dan negara itu belum memiliki orchestra, bisa dikatakan  kota itu belum cukup maju. Maka dari itu saya berkeinginan memajukan Kota Banjarbaru dalam hal musik untuk segera memiliki Orchestra sendiri, agar tidak tertinggal dari kota-kota lainnya. Bantuan dan kerjasama dari pemko sangat kami harapkan,” papar pria kelahiran Yogyakarta, 18 Desember 1968 ini.

Selama ini, Jusan telah banyak membantu dalam mendirikan orchestra-orchestra diberbagai universitas yang ada di Indonesia, antara lain Universitas Indonesia, Universitas Pelita Harapan, Universitas Gajah Mada, dan Universitas Negeri Yogyakarta. Jusan juga telah berkecimpung sebagai pemain biola dan alat musik tiup orchestra di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Bandung dan Solo, serta beberapa SMK yang  ada di Yogyakarta, SMA Pelita Harapan, dan lain-lain. Untuk wilayah Banjarmasin dan Banjarbaru belum bisa direalisasikan.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top