.

.


Suasana didalam ruang kelas biasanya terjadi proses belajar dan mengajar antara guru dan murid yang saling berinteraksi , namun ada suasana yang terjadi tidak seperti biasanya selama 3 hari.  Suasana sunyi, tekanan didalam ruangan sungguh terasa berat, murid dan guru hampir tidak ada yang  berinteraksi, wajah murid yang tegang, bahkan ada murid yang panik. Yap! Itu lah suasana didalam kelas ketika Ujian Akhir Nasional (UAN) dilaksanakan dan cukup membuat stress sebagian besar pelajar yang mengikutinya.
Stress adalah bentuk ketegangan dari fisik, psikis, emosi maupun mental. Stress juga disebut stressor yang bisa membuat orang tertekan.
Dosen Psikologi Akper Intan Martapura, H. Mahdiansyah, Psi mengatakan, stress sering kali muncul karena ketidakmampuan adaptasi yang lemah sehingga membuat emosinya jadi tidak stabil. “Secara Biopsikologis, ketika orang melihat sesuatu yang memicu kepanikan, darah akan memopa cepat naik keatas, pada saat itulah orang tidak bisa mengendalikan pikirannya dan mengakibatkan timbulnya tekanan ,” ungkapnya saat ditemui pagi (7/1) di SMK Telkom  Sandhy Putra Banjarbaru.

 Salah satu dampak yang terjadi ketika orang stress yaitu tidak bisa berkonsentrasi. “ketika orang tidak bisa konsentrasi , keinginan untuk belajar akan kurang, tidak bisa memfokuskan perhatiannya pada sesuatu, sehingga ia tidak bisa mengendalikan emosi dan pikiran, akhirnya itulah yang mengganggu kemampuan untuk menalar dan tentunya akan mempengaruhi saat dia menghadapi ujian.  Jadi hubungan stress dengan kesiapan menghadapi ujian itu sangat relevan sekali,” papar Mahdiansyah yang juga merupakan guru di SMK Telkom  Sandhy Putra Banjarbaru.
Salah satu mahasiswa Akper Intan Martapura, M. Kasfi  mengatakan saat menghadapi Ujian Akhir Nasional (UAN) ketika dirinya masih mengenyam pendidikan SMA, perasaan gelisah dan stress bercampur menjadi satu. “karena pendidikan di SMA selama 3 tahun itu dipertaruhkan cuma selama 3 hari saat ujian itu saja,” imbuhnya saat ditemui  siang (7/1) di Kampus Akper Intan Martapura.

Kasfi menambahkan,  dorongan motivasi dari orang tua dan teman serta  mempersiapkan belajarnya lebih awal merupakan beberapa cara agar tidak mudah stress ketika menghadapi ujian. “Jadi jangan sampai ketika mau ujian baru serius belajarnya atau ikut les/bimbel,” tutupnya.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top