.

.



Usia Remaja Rentan Pergaulan Bebas

Pergaulan bebas dikalangan remaja seakan-akan sudah menjadi 'tren negatif' saat ini. Tak jarang dampak negatif juga datang menghantui dan menggerogoti kesehatan mereka, HIV/AIDS salah satunya. Tidak hanya orang dewasa yang peduli dengan bahayanya virus HIV/AIDS, namun juga bagi 5 orang siswa dari SMAN 3 Banjarmasin yang terpilih sebagai Duta fasilitator HIV/AIDS tingkat pelajar se-Kalsel.

Sendy Salsabila Saifuddin, Duta HIV/AIDS Tahun 2013 menjelaskan, Duta HIV/AIDS merupakan konsoler sebaya bagi remaja-remaja yang ada di Kalimantan Selatan agar mereka lebih mengetahui apa itu HIV/AIDS.





''Insya Allah peran saya sebagai Duta HIV/AIDS adalah untuk menjelaskan kepada remaja-remaja yang ada di Kalsel apa HIV/AIDS itu, agar mereka tidak terjerumus kedalam pergaulan yang negatif,'' ungkap Sendy.

Sendy menambahkan, dirinya memilih terjun sebagai Duta HIV/AIDS karena gejolak remaja masa kini sangat besar sehingga kurang memikirkan resiko dimasa depan. ''Maka dari itu saya sebagai konsoler sebaya ingin sharing, bukan untuk menggurui karena saya juga sebagai remaja ingin menunjukkan kalau masa remaja itu bukan untuk hura-hura, melainkan untuk berprestasi,'' jelas siswi kelahiran 10 Desember 1996 ini.

Tujuan utama setelah terpilih menjadi Duta HIV/AIDS, lanjutnya, untuk mendirikan forum sharing bagi remaja mengenai dampak dan penyebab HIV/AIDS. ''Untuk saat ini kami mendirikannya dalam ruang lingkup sekolah dulu, bekerjasama dengan Guru BK. Jadi tiap kali mata pelajaran BK, disitu akan dijelaskan mengenai HIV/AIDS,'' aku duta yang memiliki hobi menyanyi ini.

Dari proses pemilihan Duta HIV/AIDS itu sendiri, team dari SMAN 3 Banjarmasin menyuguhkan slide power point yang berisikan materi-materi mengenai HIV/AIDS, menjelaskan apa itu HIV/AIDS, bagaimana pencegahan HIV/AIDS yang disampaikan didalam materi-materi itu kepada audience yang hadir pada tanggal 28 Desember tahun 2013 lalu saat pemilihan berlangsung. ''Alhamdulillah dari 11 team yang mengikuti pemilihan Duta HIV/AIDS di Fakultas Kedokteran UNLAM dari pukul 8 pagi hingga pukul 6.30 sore itu, SMAN 3 Banjarmasin berhasil meraih juara 1,'' paparnya.

Dalam pemilihan tersebut, 2 orang yang dipercaya sebagai perwakilan SMAN 3 Banjarmasin ini dinilai dari isi materi yang dipersentasikan, teknik penyampaian moderator, serta penampilan mereka ketika menyampaikan materi itu.




Sebagai 'alumnus' Duta HIV/AIDS tahun 2012, Akhmad Safaluddin menyampaikan HIV/AIDS sudah mulai mengintai atau bahkan menulari remaja saat ini. ''Usia remaja merupakan usia yang paling rentan terkena HIV/AIDS. Kemudian saya sebagai mentor atau alumnus Duta HIV/AIDS di tahun 2012 menginginkan teman-teman saya juga menjadi penerus atau menjabat sebagai Duta HIV/AIDS, saya sangat mendukung apa yang telah mereka perjuangkan, alhamdulillah mereka berhasil menjadi penerus saya sebagai konsoler sebaya Duta HIV/AIDS,'' papar siswa yang akrab disapa Akhsa ini.

Pergaulan bebas, ucap Akhsa identik dengan remaja. ''Apabila remaja yang telah terjerumus kedalam pergaulan bebas, maka peran kami yaitu agar remaja tersebut segera keluar dari pergaulan bebas itu, karena mereka mencari jati diri. Bagi yang belum terjerumus, kami menjelaskan bahwa pergaulan bebas itu salah satu penyebab tersebarnya virus HIV/AIDS, sehingga meminimalisir atau bahkan mencegah mereka terjerumus kedalam pergaulan bebas,'' terang siswa kelahiran Banjarmasin, 8 Juli 1996 silam.

Siswa-siswi SMAN 3 Banjarmasin yang telah terpilih sabagai Duta HIV/AIDS ini melakukan pendekatan dari hati ke hati kepada para remaja penderita HIV/AIDS, karena menurut mereka penderita HIV/AIDS tidak perlu dijauhi atau dimusuhi, melainkan virus atau penyakitnya lah yang harus dihindari.

Kendala yang dihadapi ketika mereka melakukan pendekatan itu karena penderita HIV/AIDS selalu menutup diri dan mereka harus secara perlahan-lahan melakukan pendekatan.
Dari kondisi fisik pasien yang terakhir kali mereka temui, menurut para Duta HIV/AIDS dari SMAN 3 Banjarmasin ini menerangkan Kondisi fisiknya sangat kurus, berat badannya menurun secara drastis dalam 3 bulan dan terjadi beberapa pembengkakan kelenjar getah bening.

Para remaja masa kini diharapkan tidak terjerumus kedalam pergaulan bebas, teruslah berusaha dan berpikiran positif untuk menggapai cita-cita yang diimpikan, hindari hal-hal negatif agar tidak terjangkit virus HIV/AIDS, selalu mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.





Duta HIV/AIDS Dari SMAN 3 Banjarmasin
1. Sendy Salsabila Saifuddin (Siswi Kelas XII IPA 3)
2. Akhmad Salafuddin (Siswa Kelas XII IPA 1)
3. Rathi Ari Vidyaning (Siswi Kelas XII IPA 1)
4. Gusti Muhammad Fuad Suharto (Siswa Kelas XI IPA 3)

5. Fitriani (Kelas XII IPA 2)
Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top