Konon Tarian Rudat berasal dari timur tengah, tepatnya Turki. Kemudian di Indonesia tumbuh subur di Aceh yang dikenal dengan Tari Saman. Ekskul Rudat di MTsN Model Martapura didirikan sejak tahun 2007, terinspirasi dari keinginan sekolah menampilkan tarian bernuansa islami.
Pembina ekskul Rudat, Wahyu Fitriani, S.Pd, menuturkan untuk mengumpulkan kembali siswa-siswi yang masih mau diajak berlatih, sambil mengajak siswa yang lain yang berminat, latihan dilaksanakan setiap Sabtu dan bekerja sama dengan anak-anak maulid.
“Tari Rudat Banjar lebih dominan menggunakan gerakan-gerakan tangan dan kepala, dengan diiringi rebana dan pembacaan syair-syair maulid. Tidak terlalu banyak kesulitan yang dirasakan siswa untuk menguasai gerakan-gerakan rudat karena tiap gerakan diajarkan secara perlahan dari gerakan lambat sampai cepat,” papar Fitriani.
Pementasan tari rudat dimulai dengan pengucapan salam dengan syair Assalaamu’alaikum warahmaullah bersama kami ucapkan ... (sambil menundukkan kepala) kemudian dilanjutkan dengan bermain rudat menggunakan syair-syair sholawat untuk mengiringi 13 gerakan rudat. Terakhir ditutup dengan permintaan maaf apabila ada salah tutur kata dan perilaku selama menari.
“Untuk mengikuti perkembangan kesenian rudat di Kabupaten Banjar kami juga menggunakan sholawat-sholawat yang dilantunkan Haddad Alwi, Sulis atau Mayada, dan mencoba lebih banyak mengeksplore gerakan-gerakan baru. Alhamdulilah ekskul rudat MTsN Model Martapura pernah meraih juara 2 dalam Festival Kreasi Tari Banjar,” ungkap Guru Bahasa Indonesia dan Seni Budaya MTsN Model Martapura ini.(Rasyid Ridho)
0 komentar:
Posting Komentar