.

.



Aruh Sastra Kalimantan Selatan (ASKS) merupakan agenda sastra tahunan bagi sastrawan di Kalimantan Selatan. Kegiatan ini sudah menginjak pada tahun ke-10 pelaksanaannya setelah pada Aruh Sastra Kalimantan Selatan ke-9 diadakan di Kota Banjarmasin. Pada kegiatan ini menjadi kegiatan besar yang sangat dinantikan karena membuka silaturahim sesama satrawan dan acara bergengsi di dalam pagelaran sastra.
Pada setiap kegiatan dan berbagai tempat di kabupaten/kota di Kalimantan Selatan, kegiatan ini selalu memberikan warna positif demi kemajuan pendidikan dan sastra di Kalimantan Selatan. Dalam kegiatannya tidak sedikit untuk merangkul sekolah dan memberikan sosialisasi bahkan pengetahuan serta wawasan sastra di dalam dunia pendidikan.
Aruh Sastra pertama kali dilaksanakan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan pada tahun 2004, Kabupaten Tanah Bumbu tahun 2005, Kabupaten Kotabaru 2006, Kabupaten Hulu Sungai Utara 2007, Kabupaten Balangan 2008, Kabupaten Barito Kuala 2009, Kabupaten Tabalong 2010, Kabupaten Hulu Sungai Tengah 2011 , Kota Banjarmasin 2012, dan pada Aruh Sastra Kalimantan Selatan ke-10, yang diberikan kepercayaan sebagai tempat pelaksanaan adalah Kota Banjarbaru. Acara ini direncanakan akan diselenggarakan pada bulan Oktober 2013.



Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru sewajarnyalah turun tangan dan membuka ruang dialog bermitra dengan panitia pelaksana Aruh Sastra Kalimantan Selatan X, demi suksesnya rangkaian mata acara yang satu dengan mata acara yang lain. Secara teknis dapat diatur bersama, misalnya masalah mobilisasi para sastrawan yang akan menuju ke lokasi masing-masing sekolah tujuan, membuka ruang mediasi antara panitia dengan pihak sekolah (kepala sekolah, dewan guru, guru mata pelajaran bahasa dan sastra, serta kepada siswa).

Tercatat bahwa seluruh sekolah setingkat SMP (negeri dan swasta) ada 26 buah, Setingkat SMA (negeri dan swasta) ada 28 buah, dan setingkat SD (negeri dan swasta) ada 4 buah. Jumlah seluruhnya ada 58 sekolah.Untuk SD hanya kelas 5 dan 6 karena kematangan pemikiran yang dinilai sudah cukup memahami untuk sastra.



Sastra sangat berdekatan dengan dunia keterbacaan, dan bila keterbacaan itu berjalan baik maka akan membuka pikiran yang memperkuat kecerdasan dan bila kecerdasan itu sudah melekat tidaklah heran akan sangat positif mendukung dunia pembangunan, baik membangun bagi diri sendiri serta-merta membangun lingkungan tempat tinggalnya. Semangat untuk cerdas itu ada di dalam kesastraan, semangat dalam etos kerja itu ada di dalam kesastraan. Semangat membangun tentu harus selalu ditanamkan ke diri anak didik dan dipahami oleh para pendidik, pembimbing (para guru), sebab tanpa semangat membangun yang positif itu maka bagaimana pula kita memajukan tanah banua kita sendiri.

Dalam kunjungan Aruh Sastra Kalimantan Selatan ke sekolah SDN Banjarbaru Utara 3 disambut dengan positif oleh kepala sekolah, guru-guru serta siswa-siswi. Bahkan siswa-siswi yang menghadiri acara ini sangat aktif dalam berpartisipasi, tanya jawab, dan begitu memperhatikan para sastrawan yang memberikan materi-materi. Salah satu murid kelas 6  SDN Banjarbaru Utara 3 membaca puisi sambil bergaya yang hampir memukau para siswa-siswi yang lainnya dan mendapatkan tepuk tangan yang riuh.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top