.

.


Kurikulum merupakan pedoman mendasar dalam proses belajar mengajar dalam dunia pendidikan. Tidak hanya itu, kurikulum digunakan sebagai media untuk mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan. Maksimal atau tidaknya suatu pendidikan, tentu akan sangat tergantung pada kurikulum yang diterapkan, salah satunya yakni kurikulum muatan lokal. Kurikulum muatan lokal adalah program pendidikan berisi materi yang berhubungan dengan lingkungan alam, sosial, serta seni dan budaya yang terdapat di daerah masing-masing.
Guru olahraga dan juga guru muatan lokal SDN Bawahan Selan 5 Mataraman, Nursiah, mengungkapkan, dengan bekal ilmu yang dimilikinya, Nursiah mencoba mengembangkan bidang kesenian yang berkaitan dengan kedaerahan.
“Hal ini bertujuan agar dapat merubah pola pikir orang tua yang monoton terhadap perkembangan bakat anak. Kegiatan khusus untuk pengembangan diri ini diadakan setiap hari Jum’at disela-sela waktu istirahat hingga waktu pulang sekolah,” terang guru yang kerap disapa Ibu Enot ini.
 Nursiah menambahkan, untuk meningkatkan antusiasme anak dengan kegiatan yang berkaitan dengan muatan lokal, hal pertama yang Nursiah ajarkan dari hal yang paling mendasar seperti memperkenalkan nama-nama alat musik. “Awalnya mereka saya suruh membawa alat musik pianika, untuk alat perkusinya sekolah kami hanya menggunakan ember dan kaleng bekas karena belum lengkapnya fasilitas yang ada di sekolah. Jadi ketika mereka tampil berpantun atau bersyair, menggunakan kaleng-kaleng itu sebagai pelengkapnya sebelum menerima bantuan dari Bapak Supian selaku pengurus komite sekolah,” Jelas wanita kelahiran Astambul ini.
Tidak hanya sekolah yang mendukung sepenuhnya dengan kegiatan ini, Nursiah melanjutkan, orang tua murid juga sangat antusias menyambut baik dengan adanya undangan perlombaan baik di tingkat kecamatan maupun tingkat kabupaten. Grub muatan lokal SDN Bawahan Selan 5 yang dibagi menjadi 2 kelompok, ketika mereka tampil saling berbalas-balasan pantun maupun syair-syair dalam Bahasa Banjar yang kental. Tidak kalah seru, kostum maupun tata rias mereka yang alami dengan ciri khas masyarakat Banjar yang menggunakan sarung dan bedak dingin, membuat susasana kedaerahan semakin terasa.
Berkat kegigihan dan ketekunan yang telah dikerahkan oleh Nursiah, berbagai macam prestasi berhasil disabet oleh siswa dan siswi SDN Bawahan Selan 5. Diantaranya lomba Hari Kartini, mengayam, Puisi dan syair bahasa Banjar, pekan maulid, drum band, carlistung atau cerdas menulis dan berhitung.















Kedepannya, Nursiah akan terus berusaha optimal agar kesenian yang bernaung dikurikulum muatan lokal bisa terus dikembangkan dan semakin berprestasi, selain melestarikan kearifan budaya lokal yang kian tergerus oleh modernisasi. (Anis)

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top